Simson Ade Suseno
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi sesudah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harapan . Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” . Ada beberapa point penting yang dapat kita petik dari firman Allah di atas yaitu sebagai berikut
Berdoa hanya kepada Allah Ta’ala karena hanya Allah semata yang berhak disembah dan doa adalah termasuk ibadah yang merupakan perwujudan dari penyembahan kepada Allah. Bahkan inti ibadah itu sendiri adalah doa.

Merendahkan diri dalam berdoa adalah suatu yang mutlak wajib karena manusia itu lemah jadi sudah sewajarnya kita menampakkan kelemahan kita di hadapan Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta disertai dengan rasa takut tidak diterima dan rasa penuh harap akan diterima akan memberi nilai tak ternilai dalam sebuah doa.

Berdoa dengan suara yang lemah lembut bukan keras-keras yang mengganggu apalagi berirama seperti mendendangkan lagu-lagu.

Jangan melampaui batas yang Allah tentukan.

Jangan berbuat kerusakan di muka bumi dengan segala bentuk kerusakan kecil maupun besar.

Perintah berbuat baik selain berdoa karena rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Jika ada yang berdoa namun masih suka berbuat kemungkaran adalah sangat wajar kalau doanya tidak dikabulkan. Selain itu ada beberapa faidah tentang menyembunyikan doa atau mengucapkannya dengan suara yang lemah lembut sebagaimana disebutkan Ibnu Qayyim dalam tafsirnya Mencerminkan iman yang lebih besar. Sebab orang yang berdoa tahu bahwa Allah pasti mendengar doanya yg diucapkan dgn suara lembut itu krn Allah Maha Mndengar lagi Maha Mengetahui.

Mencerminkan adab dan pengagungan yg lbh besar. Ketika engkau menyampaikan permohonan dan permintaan kepada seorang raja engkau tentu tidak menyampaikannya dgn suara yg keras tetapi engkau akan merendahkan volume suaramu dan memelankannya sebatas raja bisa mendengarnya. Sesungguhnya Allah mempunyai perumpamaan yg lbh tinggi. Jika Allah mendengar doa dgn suara yg lembut maka tidak ada adab yg lbh tepat di hadapan-Nya selain dgn merendahkan suara ketika berdoa kepada-Nya.

Melembutkan suara lbh pas utk merendahkan diri dan khusyu’. Padahal merendahkan diri dan khusyu’ itu merupakan roh doa inti dan maksudnya. Orang yg khusyu’ dan merendahkan diri memohon layaknya orang yg hina dan miskin yg hatinya lembut anggota tubuhnya tunduk dan suaranya lemah sampai-sampai kehinaan kemiskinan dan kelemahan hatinya membuat lidahnya seakan kelu tak mampu berucap kata. Hatinya meminta dan berharap. Karena kehinaan dan ketundukkannya lidahnya menjadi diam tak bergerak. Keadaan ini sama sekali tidak akan terjadi jika suara dinyaringkan ketika berdoa.

Lebih menggambarkan keikhlasan.

Lebih dapat menyatukan hati dgn Allah dalam doa. Sebaliknya menyaringkan suara bisa memisahkan hati dan menjauhkannya dari Allah. Dengan melemahkan suara lbh mudah utk memuji-Nya membebaskan hasrat dan tujuan kepada Dzat yg dimohon kepada-Nya.
Yang ini termasuk rahasia doa yg sangat mengagumkan bahwa melembutkan suara dalam berdoa menunjukkan kedekatan pelakunya dgn Allah. Karena kedekatan dan kebersamaan inilah dia memohon kepada Allah. Dia menyampaikan permohonan layaknya bisikan seseorang kepada orang yg sangat dekat dengannya bukan seruan seseorang kepada orang yg jauh darinya. Karena itu Allah memuji hamba-Nya Nabi Zakariya dgn firmannya yg artinya “Yaitu tatkala ia berdoa kepada Rabbnya dgn suara yg lembut.” . Selagi hati merasakan kedekatan dgn Allah bahwasanya Allahlah yg paling dekat dengannya dari segala seuatu tentu ia akan melembutkan doanya semaksimal mungkin.
Lebih menggambarkan keberlangsungan permintaan dan permohonan krn dgn begitu lisan tidak mudah jenuh dan anggota tubuh tidak mudah letih.

Menyembunyikan doa lebih menjauhkan berbagai macam penghalang kekalutan dan hal-hal yg melemahkan.

Nikmat yg paling agung ialah menghadap kepada Allah beribadah kepada-Nya dan menyendiri dengan-Nya disamping tiap ni’mat ada pendengki menurut takarannya besar maupun kecil. Tidak ada ni’mat yg lbh besar daripada ni’mat ini. Maka tidak ada yg lbh menyelamatkan diri orang yg didengki selain dgn menyembunyikan ni’matnya dari orang yg mendengkinya dan tidak menampakkannya. Kesimpulannya marilah kita dgn cara-cara yg ditentukan Allah dan rasul-Nya agar doa kita terijabah dan diterima. Kalau kita mau berpikir dan merenung sejenak mengapa begitu banyak doa yg sudah kita panjatkan utk kebaikan bangsa ini namun sepertinya ijabah menjadi hal langka dan sulit dijangkau padahal ia dekat. Kita rupanya masih berdoa dgn cara kita sendiri kita masih banyak berbuat maksiyat daripada mematuhi perintah Allah dan rasul-Nya. Mengabulkan adl hak mutlak Allah semata agar permohonan dikabulkan mohonlah dgn cara yg Allah tentukan. Wallahu a’lam. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Label: , |
Simson Ade Suseno
Pertanyaan
Saya pernah mendengar orang berkata bahwa tidurnya orang berpuasa itu adalah ibadah. Tapi sampai saat ini saya tidak tahu, benarkah hal itu? Kalau memang benar, apakah itu merupakan hadits nabi atau bukan? Dan kalau memang hadits nabi, riwayatnya serta statusnya bagaimana?
Terima kasih atas jawabannya ustadz


Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ungkapan seperti yang anda sampaikan, yaitu tidurnya orang berpuasa merupakan ibadah memang sudah seringkali kita dengar, baik di pengajian atau pun di berbagai kesempatan. Dan paling sering kita dengar di bulan Ramadhan.

Di antara lafadznya yang paling populer adalah demikian:
Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat-gandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.

Meski di dalam kandungan hadits ini ada beberapa hal yang sesuai dengan hadits-hadits yang shahih, seperti masalah dosa yang diampuni serta pahala yang dilipat-gandakan, namun khusus lafadz ini, para ulama sepakat mengatakan status kepalsuannya.

Adalah Al-Imam Al-Baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya, Asy-Syu'ab Al-Iman. Lalu dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya, Al-Jamiush-Shaghir, seraya menyebutkan bahwa status hadits ini dhaif (lemah).

Namun status dhaif yang diberikan oleh As-Suyuti justru dikritik oleh para muhaddits yang lain. Menurut kebanyakan mereka, status hadits ini bukan hanya dhaif teteapi sudah sampai derajat hadits maudhu' (palsu).

Hadits Palsu
Al-Imam Al-Baihaqi telah menyebutkan bahwa ungkapan ini bukan merupakan hadits nabawi.Karena di dalam jalur periwayatan hadits itu terdapat perawi yang bernama Sulaiman bin Amr An-Nakhahi, yang kedudukannya adalah pemalsu hadits.

Hal senada disampaikan oleh Al-Iraqi, yaitu bahwa Sulaiman bin Amr ini termasuk ke dalam daftar para pendusta, di mana pekerjaannya adalah pemalsu hadits.

Komentar Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga semakin menguatkan kepalsuan hadits ini. Beliau mengatakan bahwa si Sulaiman bin Amr ini memang benar-benar seorang pemalsu hadits.
Bahkan lebih keras lagi adalah ungkapan Yahya bin Ma'in, beliau bukan hanya mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr ini pemasu hadits, tetapi beliau menambahkan bahwa Sulaiman ini adalah "manusia paling pendusta di muka bumi ini!"

Selanjutnya, kita juga mendengar komentar Al-Imam Al-Bukhari tentang tokoh kita yang satu ini. Belaiu mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr adalah matruk, yaitu haditsnya semi palsu lantaran dia seorang pendusta.

Saking tercelanya perawi hadits ini, sampai-sampai Yazid bin Harun mengatakan bahwa siapapun tidak halal meriwayatkan hadtis dari Sualiman bin Amr.

Iman Ibnu Hibban juga ikut mengomentari, "Sulaiman bin AmrAn-Nakha'i adalah orang Baghdad yang secara lahiriyah merupakan orang shalih, sayangnya dia memalsu hadits. Keterangan ini bisa kita dapat di dalam kitab Al-Majruhin minal muhadditsin wadhdhu'afa wal-matrukin. Juga bisa kita dapati di dalam kitabMizanul I'tidal.

Rasanya keterangan tegas dari para ahli hadits senior tentang kepalsuan hadits ini sudah cukup lengkap, maka kita tidak perlu lagi ragu-ragu untuk segera membuang ungkapan ini dari dalil-dalil kita. Dan tidak benar bahwa tidurnya orang puasa itu merupakan ibadah.

Oleh karena itu, tindakan sebagian saudara kita untuk banyak-banyak tidur di tengah hari bulan Ramadhan dengan alasan bahwa tidur itu ibadah, jelas-jelas tidak ada dasarnya. Apalagi mengingat Rasulullah SAW pun tidak pernah mencontohkan untuk menghabiskan waktu siang hari untuk tidur.
Kalau pun ada istilah qailulah, maka prakteknya Rasulullah SAW hanya sejenak memejamkan mata. Dan yang namanya sejenak, paling-paling hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja. Tidak berjam-jam sampai meninggalkan tugas dan pekerjaan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Label: , |
Simson Ade Suseno
Subhanallah, Aisyah sebagai salah seorang istri Rasulullah begitu kuat daya ingatnya, menceritakan pengalaman demi pengalaman, kata demi kata tentang Nabi Muhammad tanpa sedikitpun termenung-menung atau berpikir lamaSemuanya diucapkan dengan jelas dan seakan terekam di depan mata.
Apa yang dikatakan oleh Aisyah, kemudian menjadi pedoman kita sebagai umat Nabi Muhammad untuk mengikuti semua yang telah diuraikan secara gamblang, mudah dan sangat masuk logika, tidak nampak sedikitpun cerita yang dibuat-buatSangat tepat memang Rasulullah memilih Aisyah sebagai salah satu istrinya, karena Aisyah yang muda, pikirannya masih jernih dan belum terkontaminasi apapunSelain itu Aisyah juga cerdas sehingga mampu mengingat semua perkataan dan sikap RasulullahDengan kecerdasannya inilah membuat Rasulullah merasa nyaman beristrikan Aisyah, bahkan ketika Rasul sedang sakit parah pun memilih tidur dipangkuan AisyahSungguh bijak Aisyah, walaupun terkadang terlihat seperti manja dan kekanakan namun Aisyah mampu memposisikan diri sebagai istri nabi.
 Usianya yang muda pun membuatnya mampu untuk merawikan hadist, meriwayatkan semua kisah-kisah yang dia mulai bersama Rasulullah selama hampir 30 tahun setelah Rasulullah wafatSungguh waktu yang cukup untuk meriwatkan semua kehidupannya bersama Rasulullah kepada para sahabat dengan jelas, tanpa sedikitpun terlupa.
Anak saya yang laki-laki pernah bertanya, mengapa hadist-hadist banyak diperuntukan bagi kaum laki-lakiLalu dia menjawab karena orang-orang yang bertanya serta sahabat Rasulullah hampir semuanya laki-laki, sehingga yang mereka tanyakan dan diriwayatkan adalah tentang laki-lakiHal itu pun merupakan sebuah pemikiran bagi saya sebagai seorang wanita, apabila kita melihat apa yang Aisyah riwayatkan pada wanitaWalaupun banyaknya hadist mungkin lebih sedikit daripada laki-laki, namun bila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan membuat kita masuk syurga, dan bila kita terlalu banyak khawatir, kita sebagai para wanita tidak fokus sehingga tidak mengerjakan apa yang disuruh agama dengan baik dan benar serta fokus.
Subhanallah Islam itu indah, Aisyah telah membantu kita menjalankan keindahan Islam dengan kehadirannya di sisi Rasulullah, dan bila kita melihat mengapa Aisyah adalah satu-satunya istri Rasul yang gadis, jawabannya hanya satu : Rasulullah ingin memberi tauladan bagi umat mengenai rumahtangga yang dicintai AllahBagaimana Rasul bersikap sebagai suami serta bagaimana Aisyah bersikap sebagi istriTentang kehidupan rumah tangga Rasulullah, kemesraan dan kesakinahan hidup berumahtangga beliau, paling banyak dijumpai dalam kisah rumah tangga dengan AsiyahBila saja Aisyah sudah pernah bersuami sebelumnya, bisa jadi cerita mengenai kemesraan tentang wanita dengan suaminya akan terkontaminasi dengan kisah Aisyah sendiri dengan suami sebelumnyaItulah hikmah mengapa Rasulullah menikahi Aisyah yang gadis dan bukan janda, karena belum ada pengalaman dengan suami sebelumnya sehingga cerita Aisyah murni adalah sikap dan keteladanan Rasulullah, dan ternyata memang semua sisi kehidupan sudah diperhitungkan oleh Allah.

Masya Allah!!!
Label: , |
Simson Ade Suseno
Berawal dari kisah seorang anak yang cerdas dan mandiriKetika ia berada d kelas 1, Anwar tak pernah beralih dari peringkat pertama di kelasnyaIa tumbuh menjadi anak yg cerdas dan kreatif, tak hanya dari segi akademis, Anwar pun cerdas secara spiritual, psikis dan emosionalDia tak pernah menolak ketika ada teman sekelasnya yang meminta untul mengajarkan materi pelajaran yg tidak dimengerti, tak hanya itu, Anwar juga menjadi bintang kelas karena prestasinya di bidang olahraga futsal.

Bagaikan seorang pangeran yang mengenyam pendidikan di istana, Anwar adalah anak yang nyaris sempurna dengan segala prestasi dan akhlak yang baik.

Namun perubahan drastis terjadi pada diri Anwar ketika ia berada di kelas 3 SDWajah yang biasanya berseri dengan senyum yg indah ketika memasuki pintu gerbang sekolah, kini berubah masam, badannya tak lagi tegak, tubuhnya merunduk dan selalu menatap kebawahKini ia tak pernah berada di peringkat pertama di kelasnya lagiBukan karena saingannya bertambah berat, akan tetapi prestasinya lah yang menurun tajamTak kuasa aku melihatnya dengan kondisi seperti itu, tanda tanya besar selalu terbayang dalam benakkuApa yang terjadi dangan anak ku yg cerdas ini? Jangankan bermain futsal, bahkan keluar kelas pun sangat jarang dilakukan ketika bel istirahat berbunyi.

Akan tetapi, hari itu, tiba-tiba Anwar keluar kelas, entah ia akan bermain dmn, tp hatiku sedikit lega ketika ia mulai keluar dari kelasDan keadaan ini pun terus berkembang, Anwar kini berubah menjadi sangat aktif, tak jarang teman2nya dibuatnya menangisDia pun pernah mengambil mainan temannyaTak hanya itu, Anwar yg selalu ke masjid dan sholat ketika mendengar adzan, suatu kali pernah ia tertangkap basah sedang bermain ketika yg lain sholat jum'atHal ini membuatku sangat bingung,
entah mengapa hari itu aku ingin sekali mengecek tas anak-anak, apakah di antara mereka ada yg membawa mainan atau tidakNamun aku terhenyak ketika aku menemukan sesuatu yang lain, yang membuatku terkejut bagaikan terkena kejutan listrik berskala besar.

Hanya secarik kertas, ya, dari secarik kertas itulah aku tau kenapa anakku berubah.
Di kertas itu di tulis, "bunda, dimanakah aku di hatimu?""Setiap pagi, kau bangun dari tidurmu, pergi ke kantor tanpa pernah melihatku bangun dari tidurmu, tidak kah kau lelah? Selama ini aku selalu mendapat nilai bagus, aku juga selalu ranking pertama di kelas, tp tak pernah satu kata pun keluar dari mulutmu bahwa kau bangga dengan prestasi kuHingga akhirnya, aku mencoba untuk menurunkan prestasiku dan sudah beberapa surat dari sekolah yg kuberikan kepadamu tentang hal itu, tapi kau tak pernah berkata apa2Sebenarnya, adakah aku d hatimu?? Akhirnya aku memutuskan bahwa besok aku akan menjadi anak yg sangat nakal dan bodoh supaya bunda bisa memperhatikanku".

Begitulah isi surat tersebut dan akhirnya aku tau kenapa anakku berubah
Label: |